SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

FILSAFAT KEHIDUPAN SEMUT DAN LEBAH







PENDAHULUAN. 

Kedua jenis serangga makhluk Allah yang dikenal dengan sebutan SEMUT dan LEBAH  adalah komunitas serangga yang masing-masing memiliki karesteristik yang berbeda di satu sisi tapi disisi lain memiliki persamaan.

Semut dan lebah masing-masing hidup dalam sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang rapih,  memiliki pimpinan yang dikenal dengan sebutan “RATU SEMUT” dan “RATU LEBAH”, di samping itu ada pula bagian-bagian yang masing-masimg memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Bidang Pertahanan dan Keamanan bertugas mengamankan dan mempertahankan komunitas masyarakatnya dari ancaman  yang datang dari luar, Bagian Pengadaan Pangan bertugas mengumpulkan bahan pangan untuk stok persediaan pangan yang disimpan dalam gudang logistik yang disediakan khusus untuk itu. Begitu juga Bidang Konstruksi yang bertugas merancang bangun gedung hunian yang layak, aman dan nyaman dari gangguan ancaman dari pihak manapun. Dan bidang-bidang lainnya.

Boleh jadi karena dari kehidupan semut dan lebah yang begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kehidupan kedua komunitas serangga ini, Allah abadikan sebutan dalam kitab suci dengan sebutan “AN NAML” dengan Surat An Naml untuk komunitas semut dan “AN NAHL” dengan Surat An Nahl untuk komunitas lebah. Hal inilah di antara yang menarik perhatian paenulis untuk menuangkan kedalam tulisan ini, dengan harapan semoga menjadi bahan renungan dalam menjalankan roda kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, yang konon kita lihat para pengendali negeri ini seakan-akan kehilagan arah dalam membawa negeri ini, tidak hanya itu tapi dari hari kehari ada saja timbul permasalahan-permasalahan  yang tak kunjung selesai, saling sikut untuk memperebutkan jabatan dan fasilitas, angka korupsi semakin ditekan bukannya sirna tapi semakin bermunculan berbagai bentuk korup dari sekala kecil hingga sekala nasional dan bahkan mungkin sekala internasional. Pertanyaannya mengapa semua ini terjadi? Padahal usaha pengendalian masalah tersebut, dipermukaan nampak seakan telah optimal dengan dibentuknya badan ini dan badn itu dll.

P E M B A H A S A N 
  1. Perilaku Hidup Semut.
Sebagaimana kita kethui bahwa komunitas kehidupan masyarakat semut, di samping memiliki sistem organisasi yang begitu rapih, semut dalam mencari nafkah mereka tidak pernah saling berebut, yang ada mereka selau saling membantu satu sama lain, bahkan ketika mendapat bahan pangan yang tidak bisa diangkat oleh seekor semut mereka serentak bergotong royong membawa dan mengangkatnya secara bersama-sama hingga sampai ketempat penyimpanan bahan logistik untuk kepentingan bersama, Jadi tidak ada usaha untuk memperkaya diri sendiri. Demikian juga ketika mereka berjalan, misalnya migran ketempat lain, mereka tidak saling mendahului satu sama lain berebut untuk lebih duluan, tapi mereka jalan bersama demikian rapih, bahkan ketika satu sama lain papasan di jalan mereka bersalaman dan saling menginformasikan tentang hal-hal yang menjadi tugas mereka mungkin hal yang perlu segera diselesaikan. Dan yang lebih merik lagi, petugas kostruksi bangunan merancang pembuatan terowongan, mereka bekerjasama membangun yang kadang-kadang cukup panjang terowongan yang mereka bangun, tanpa ada maksud untuk mengeruk keuntungan pribadi, tapi semua itu mereka lakukan untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan bersama seluruh warga masyarakatnya sendiri.


Akan halnya ketika Arsitektur semut merancang bangunan rumah hunian komunitasnya, secara bergotong royong mereka bangun bak gedung pencakar langit penuh dengan ratusan bahkan ribuan kamar-kamar yang begitu artistik, semua bahan bangunan mereka olah sendiri dari bahan baku lumpur yang tersedia di wilayah hunian mereka,  sekedar catatan; konon dalam sebuah penelitian daya angkat beban bagi seekor semut bisa mencapai 50 x berat badan semut, sedang Gajah yang memiliki badan besar, ia hanya mampu dan memiliki daya angkat 2 x berat badannya.

Sehingga bangunan yang mereka bangun cukup kuat dan aman untuk melindungi warga negaranya dari berbagai bentuk ancaman baik dalam bentuk bencana alam separti tiupan angin dan derasnya terpaan hujan, atau ancaman dalam bentuk gangguan keamanan, seperti binatang buas dan lain-lain.
Kemudian ada hal penting lain dari kehidupan masyarakat semut adalah disaat komunitasnya terganggu dan terancam oleh siapapun ia, sebagai misal ketika tak sengaja sarangnya terinjak oleh seseorang atau siapun, serentak semut-semut itu atas komando Petugas pertahanan Keamannya memerinthkan menyerang, terpaksa kaki pihak yang menginjaknya mereka gigit sejadi-jadinya, dan pihak yang menginjak pun segera meninggalkan tempat, begitu gigihnya mereka mempertahankan komunitas kehidupan masyarakatnya. Begitu juga dalam memerangi musuh-musuhnya mereka tak pernah segan sebesar apapun pihak yang mengganggu mereka, mereka tak pernah menyerah. Gajah adalah binatang yang cukup besar, tapi karena tekad dan semangat semut pantang menyerah, mereka bisa lumpuhkan dengan caranya sendiri, misal mereka menyerang masuk melalui telinga dan rongga-rongga yang terbuka lainnya  akhirnya mereka mampu melumpuhkannya.
Boleh jadi kita akan berkata, itukan aktivitas yang mereka lakukan semata-mata karena insting yang mereka miliki. Hal yang demikian ada benarnya, tapi mengapa manusia yang nota benenya disamping memiliki  insting juga akal fikiran dan hati nurani, tak pernah berfikir betapa semut yang begitu hebat norma kehidupannya, justeru  manusia tak menyadari betapa akal dan hati nuraninya sebagai anugrah Ilahi, tidak mereka gunakan untuk membimbing insting yang mereka miliki, tapi justeru hawa nafsunya yang mereka kedepankan, yang kadang-kadang tidak lagi mengindahkan norma-norma hidup.
  1. Perilaku Hidup Lebah. 
Akan halnya semut Lebah juga memeliki karekteristik yang hampir sama, hanya saja lebah tidak pernah hinggap di tempat-tempat kotor  seperti lalat yang selalu mencari tempat-tempat yang kotor, semut kadang juga ditmukan dan atau suka pada gula dan kotoran bangkai, inipun tidak seluruh jenis semut, beda halnya dengan lebah ia selalu mencari rizki yang bersih, ia selalu hinggap di pepohonan yang sedang berbunga untuk mengisap madunya dan hasil perolehannya mereka kumpulkan dalam gudang logistik yang sudah mereka siapkan untuk  itu. sebagimana kita ketahui madu lebah sudah teruji secara medis adalah obat berbagai penyakit,  dan sangat banyak manfa’atnya untuk manusia.
Lebah dalam mencari rizki, mereka sangat konsekwen dengan bidang tugasnya masing-masing, hasil perolehannya tak pernah mereka selewengkan untuk kepentingan pribadi apalagi untuk memperkaya diri, tapi mereka kumpulkan dalam gudng logistik penyimpanan untuk kepentingan bersama.  Begitu juga untuk melindungi masyarakat warganya yang masih lemah mereka buat rumah hunian yang cukup artistik dengan dilengkapi ratusan bahkan ribuan kamar-kamar, ditempat huniannya itulah mereka mengembang biakkan keturunan untuk melanjutkan tugas dan pengabdiannya dikemudian hari sesuai bidang tugas yang diberikan pimpinannya, untuk kelangsungan hidup generasi selanjutnya.
Kemudian pula lebah dalam mempertahankan komunitasnya dari berbagai gangguan, di bawah komando komandan pertahanaan keamanan mereka selalu siaga, tanpa basa basi lagi mereka segera bergerak dan menyerang segala bentuk gangguan yang diperkirakan akan menggangu komunitas mereka.  Sebagai ilustrasi, misalnya seekor burung elang lewat dan kebetulan menyentuh kerumunan lebah di sarangnya, merasa terganggu dan terusik keamanan dan kenyamanan komunitasnya, segera komandan keamanan memerintahkan penyerangan, karena burung elang sudah menghilang tiba-tiba saja lewat seorang petani yang kebetulan berada di bawah sarang lebah yang sedang bermasalah,  mungkin saja sang petani juga sedang mengamati sarang lebah itu dengan maksud untuk mengabil madunya.
Tampa bebibu lagi pasukan lebah di bawah perintah komandan langsung menyerang sang petani yang kebetulan lewat dengan serangan habis-habisan mereka kejar sampai kemanapun ia lari, sehingga sang petani kewalahan dan tak berdaya dibuatnya.  Selesai melaksanakan tugas pasukan lebahpun kembali ke induk pasukannya dan lapor ke Komandan bahwa tugas selesai dilaksanakan. Itulah sekilas perilaku kehidupan komunitas lebah pada umumnya.
  1. Beberapa Pelajaran Dari Kehidupan Semut dan Lebah.
Dari beberapa uraian sekilas tentang perilaku komunitas kehidupan semut dan lebah sebagaiman terurai di atas, barangkali dapat kita jadikan pelajaran dalam kehidupan kita sebagai sebuah masyarakat bangsa dan negar, antara lain, sangat ditentukan :
  1. Budaya ketaatan terhadap norma-norma kehidupan
  2. Budaya konsisten terhadap tugas-tugas yang telah diamantkan
  3. Budaya bersih dari berbagai penyakit hati; iri, dengki, hasud, pendendam dll
  4. Budaya mengutamakan kepentingan hajat hidup orang banyak daripada kepentingan peribadi
  5. Budaya bersih dari praktek-praktek memperkaya diri dengan cara-cara yang tidak hak.
Paling tidak dari lima hal yang dapat kita petik sebagai pelajaran  dari kehidupan masyarakat semut dan lebah di atas, bila kita inplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari mulai dari kelompok kecil masyarakat; keluarga, kampung atau desa, kecamatan dan seterusnya hingga masyarakat bangsa dan negara, maka paling tidak angka berbagai permasalahan yang dihadapi negeri ini, dipastikan mengalami penurunan, setidak-tidaknya tidak malah bertambah banyak seperti yang kita rasakan dan saksikan belakangan ini, belum selesai satu permasalahan tiba-tiba muncul permasalahan baru lagi, seperti akhir-akhir ini terjadi komplik di Ambon tepatnya di Tual Maluku Selatan misalnya.
  1. KESIMPULAN
Sosok semut di dalam kitab suci dimuat dalam ( QS. An Naml: 17 – 18), sedang sosok Komunitas Lebah dimuat dalam (QS. An Nahl : 68 –69), kedua jenis komunitas ini dicipta sebagai salah satu tanda kebesaran Sang Pencipta agar manusia mencerna dengan akal fikirannya, baik dari perilaku, sistem organisasi dan cara hidupnya.
Ketika manusia mampu membaca, mencerna dan mehahami sinyal-sinyal yang diisyaratkan sang Khaliq dari perilaku kehidupan semut dan lebah ke dalam kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan  bernegara, maka keamanan, kedamaian, kesejahteraan dan ketenterman hidup di negeri ini akan dirasakan dan dinikmati oleh segenap lapisan masyarakat secara merata dan berkeadilan.

Wa Allahu A’lam. Semoga !

Oleh : Drs. Baidhowi. HB, SH.
(Hakim Tinggi / Hakim Madya Utama Mahkamah Syar'iyah Aceh) 

SOSIAL MEDIA BDSLcom GROUP






===============================================














MERUGI KARENA ATURAN, DILEMA PENGUSAHA HIBURAN MALAM DI BULAN RAMDHAN



Marhaban ya Ramdhan, Ramadan sudah di depan mata. Semua umat muslim mulai bersiap menyambut bulan suci yang jatuh tiap satu tahun sekali itu.

Tak hanya fisik, batin pun harus dipersiapkan agar bulan penuh rahmat itu tak sia-sia. Untuk mendukung kekhusyukan umat muslim Jakarta beribadah di bulan puasa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan seluruh tempat hiburan malam tutup selama Bulan Ramadan dan jika tetap membandel akan disegel.


Tempat-tempat tersebut meliputi diskotek, bar, spa, dan panti pijat. Perintah itu dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Nomor 35/SE/2013 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1434 Hijriah/2013.


Meski mengaku berat menjalankan aturan tersebut, tempat hiburan malam di Jakarta akan mentaatinya. Sebab, aturan tersebut sudah tiap tahun dijalankan di Ibu Kota.


"Kita akan ikuti, karena surat edaran dari Dinas Pariwisata itu merupakan turunan dari Perda No 10 Tahun 2004. Kita sudah sepakat itu harus seperti itu," kata Ketua Asosiasi Hiburan Malam Adrian Maulite.


Menurutnya, dari total 1.799 tempat hiburan di Jakarta, 898 lokasi atau 50 persennya masuk kategori ditutup selama satu bulan penuh. Sementara, sekitar 540 tempat hiburan atau sekitar 30 persen, masuk kategori diatur jam operasionalnya, yakni buka mulai pukul 20.30 WIB hingga 01.30 WIB.


Tempat itu meliputi tempat karaoke dan live music. Sedangkan sisanya, 361 tempat hiburan atau sekitar 20 persen tetap buka seperti biasa. Tempat itu antara lain, hotel, restoran, penginapan, restoran, bioskop, dan karaoke. Seringkali kategori yang dimaksud tidak difahami oleh sebagian ormas yang melakukan sweeping (sweeping liar) karena aparat Kepolisianlah yang berwewenang untuk melakukan sweeping, tapi diberbagai media ormas sudah mengancam : jika kepolisian mandul,  ormas yang akan melakukan sweeping


Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun yang lalu, dia mengakui masih ada pengusaha hiburan malam yang membandel. Namun, menurutnya pelanggaran tersebut tidak disengaja. Misalnya beroperasi melebihi waktu yang telah ditentukan.


"Biasanya lalai saja, karena melanggar jam tayang. Kalau sudah satu jam, dua jam, itu sudah pelanggaran," katanya.


Pihaknya berjanji akan menindak tegas tempat hiburan yang membandel tidak mengikuti aturan Pemprov DKI di bulan Ramadhan akan disegel.


"Ada sanksi berdasarkan kategori pelanggarannya dan akan diproses setelah Ramadhan. Kalau pelanggarannya berat, kita bisa minta izinnya dicabut," katanya.


Dia mengaku selama Ramadan, omset yang diperoleh akan menurun secara drastis. Namun, apa boleh buat, pihaknya harus mengikuti aturan yang ada. "Itu risiko bisnis," katanya.


Sementara, mengenai nasib para karyawan tempat hiburan malam yang tutup selama Ramadan, pihaknya akan meliburkannya selama sebulan penuh. Namun, dia berjanji para karyawan tersebut akan tetap mendapatkan haknya.


"Mereka akan tetap diberikan gaji satu bulan penuh, selain itu mereka juga akan diberikan THR ke semua karyawan," katanya ".

GUBERNUR NTB INTRUKSIKAN PENERTIPAN TEMPAT HIBURAN MALAM




Mataram (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi menginstruksikan pengaturan penertiban tempat hiburan malam sehubungan dengan bulan suci Ramadhan agar tidak memunculkan masalah, seperti konflik antarkelompok di masyarakat.


"Gubernur menyampaikan instruksi itu saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lingkup Pemprov NTB, Jumat (5/7)," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budiprayitno di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan gubernur menghendaki SKPD terkait meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan jika hendak melakukan penertiban tempat hiburan malam, sehubungan dengan ibadah puasa.

Gubernur NTB periode 2008-2013 yang terpilih kembali untuk periode keduanya pada pilkada 13 mei 2013 itu tidak menghendaki organisasi massa (ormas) dan pihak lain selain aparat yang berwenang melakukan "sweeping" tempat hiburan malam, karena rentan konflik sosial.

Karena itu, dipandang penting untuk mengatur tata cara penertiban tempat hiburan malam terkait puasa di bulan Ramadhan, agar terhindar dari kemungkinan konflik antarkelompok masyarakat.

"Itu sedang ditindaklanjuti pimpinan SKPD terkait, seperti Satpol PP dan Kesbangpoldagri, dan diharapkan dukungan dari berbagai pihak demi kenyaman dan ketentraman hidup masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kelompok mahasiswa atau organisasi kepemudaan berbasis keagamaan, sering melakukan unjuk rasa menuntut penertiban tempat hiburan malam selama pelaksanaan ibadah puasa.

Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) NTB merupakan salah satu ormas yang bersikeras menuntut penertiban tempat hiburan malam itu. 

KEAJAIBAN LAILATUL QADAR DI BULAN SUCI RAMADHAN



Hikmah Puasa Ranadhan  dan Keajaiban Lailatul Qadar tinggal beberapa hari lagi malam seribu bulan akan tiba tentunya kita ummat muslim pengen tahu Amalan Sunah Di Malam Lailatul Qadarkeutamaan Malam Lailatul Qadar Apa itu Malam Lailatul Qadar? Mungkin sebagian orang masih belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan Malam Lailatul Qadar, Keutamaan Malam Lailatul Qadar Menurut sedikit pengetahuan yang saya dapat, malam lailatul qadar itu adalah sebuah malam yang apabila kita mendapatkannya dan kita beribadah pada disaat itu juga, maka ibadah kita itu lebih baik dari ibadah di 1000 bulan itulah tanda-tanda malam lailatul qadar

Munculnya malam Lailatul Qadar itu di malam-malam ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, banyak amalan-amalan sunah di malam lailatul qadar, namun pada intinya pada 10 terakhir bulan Ramadhan kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mungkin kalau memang rezeki, kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar berikut dibawah ini ada beberapa Fadhilah Malam Lailatul Qadar dan Beberapa Amalan Sunah Saat Malam Lailatul Qadar.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (al-Qadr: 1-5).
Ibnu ‘Uyainah berkata, “Apa yang disebutkan di dalam AI-Qur’an dengan kata ‘Maa adraaka’ ‘apakah yang telah memberitahukan kepadamu’ sesungguhnya telah diberitahukan oleh Allah. Apa yang disebutkan dengan kata kata ‘Maa yudriika’ ‘apakah yang akan memberitahukan kepadamu’, maka Allah belum memberitahukannya.
Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.
Dari beberpa keutamaan berikut :
“Sesunguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr [97]: 1-5).
Saudaraku, begitu besar kasih sayang yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Lihattlah kita, manusia, sebagai hamba-Nya dengan tabiat yang sering jatuh bangun dalam lumpur dosa. Namun Allah senantiasa mengasihi dengan memberi kita kemudahan-kemudahan untuk mensucikan diri dari karat-karat dosa dan kemaksiatan. Tak bisa dibayangkan, sebesar apa noda hitam kemaksiatan itu tergores dalam hati, apabila Allah tidak melimpahkan ampunan-Nya yang Maha Luas.
Ramadhan, merupakan salah satu sarana yang Allah berikan kepada kita memperoleh ampunan-Nya. Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya melalui Ramadhan ini, sehingga wajar kalau Rasulullah mengekspresikan keutamaannya dengan perkataan “Apabila umat ini tahu apa yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan hal itu selam satu tahun penuh.” (HR Tabrani).
Bahkan salah satu malam yang diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah saw, bersabda, “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat. (HR Bukhari dan Muslim)
Banyak penjelasan Rasulullah saw yang sampai pada kita tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini. Sebagai malam yang terbaik dan paling barakah diantara malam yang ada, didalamnya Allah telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan melipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini.
Banyak sekali hadist yang menerangkan bahwa kaum muslim hendaklah mencari lailatul qadar diantara tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari) atau tujuh malam terakhir bulan itu (HR Bukhari). Tampaknya bagi kita tidak menjadi persoalan kapan lailatul qadar itu didatangkan, tetapi yang penting adalah menjemput kedatangannya pada setiap waktu dan mempersiapkan diri untuk itu. Mungkin lebih baik jika kita pusatkan perhatian pada kesiapan mental, kejernihan hati, ketulusan jiwa, keadilan pikiran, kepenuhan iman kita, serta totalitas iman dan kepasrahan jiwa kita kepada Allah Azza Wa Jalla.
Karena itulah, Ramadhan dengan lailatul Qadar-Nya sebagai media yang bisa mengantarkan kita pada kesucian. Adalah sangat disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang baik. Rasulullah, suatu ketika mengatakan “Barang siapa beramal pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan memang, kalau Allah menamainya yang kebaikannya melebihi seribu bulan.
Tentu alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang banyak menyimpang, apabila mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang bersifat tak tentu akan mereka dapatkan di masa-masa yang akan datang. Siapa yang bisa menjamin bahwa usia kita akan sampai Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu merupakan keharusan yang tidak bisa tidak bagi kita, untuk mengejarnya, sehingga janji-janji Allah yang telah ditaburkan itu benar-benar bisa kita dapatkan.
Berangkat dari sini, kita bisa menyikapinya dengan senatiasa mengoptimalkan ibadah kita di 10 malam terakhir dalam bulan yang penuh rahmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari malam lailatul qadar. Karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.
Kemudian setelah paparan diatas, kita sebagai hamba Allah yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaannya sadar bahwa usaha kita dalam mencari lailatul qadar ini adalah untuk membuktikan dan merealisasikan penghambaan kita kepada Allah Swt, sehingga hal itu mengingatkan kita, seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semoga Allah Yang Maha Agung, memberi kesempatan kepada kita untuk mengecap, menikmati, dan melampaui malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ini dengan kesungguhan beribadah dan keikhlasan hati.
Saudaraku yang budiman, para ulama menerangkan bahwa hikmah disembunyikannya malam qadar, tidak ditegaskan malamnya, ialah supaya kita berusaha mencarinya, meningkatkan ibadah di setiap malam, membanyakkan doa semoga memperolehnya, sebagaimana yang dilakukan ulam salaf.
Saudaraku yang baik, Rasulullah SAW sengaja memperlihatkan keistimewaan yang ada pada malam kemuliaan (lailatul qadr) yang penuh berkah itu. Karena beliau tahu bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki bani Israil yang selama 1000 bulan selalu memakai pedang berjuang dijalan Allah. Karena umur ummatnya tidak ada yang sepanjang itu, maka Allah menurunkan surat Al-Quran yang menerangkan mengenai malam kemuliaan itu: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajr” (Al Qadr 1-5).
Al Qadr berarti kemuliaan atau tempat kedudukan yang tinggi, atau dikatakan juga takdir (ketentuan) dan keduanya dianggap benar. Ia merupakan tempat menentukan segala urusan dalam setiap tahun, seperti firman Allah: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkati, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (Ad Dukhan 3-4).
Seribu bulan lebih lamanya daripada 83 tahun (sepanjang umur manusia). Dan melakukan ibadah pada malam itu pahalanya setara dengan melakukan ibadah sepanjang masa. Tentu saja itu merupakan kemurahan. Oleh karena itulah Rasulullah menjadi orang yang paling antusias untuk melakukannya. Demi hal itu beliau melakukan i’tikaf di masjid, seraya melepaskan diri dari segala kesibukan dunia. Beliau bersabda: “Barang siapa melakukan ibadah pada malam kemuliaan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.
Suatu hal yang perlu diperhatikan mengenai keistimewaan malam kemuliaan ini ialah, bahwa Allah memuliakan segenap manusia dengan cara menurunkan cahaya petunjuk pada malam itu. Karenanya, gelap kesesatan hilang sirna. Pada malam itu Allah menghidupkan hati manusia kalau mereka mau melakukan amal-amal yang saleh. Pada malam itu turun para malaikat dan termasuk juga Jibril.
Satu lagi keistimewaan malam kemuliaan tersebut ialah, kalau peristiwa turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW membawa wahyu sudah berlalu, maka pada malam kemuliaan itu seakan-akan merupakan rekonstruksinya ataupun demi pembaharuan kesejahteraan bagi manusia. Apabila Jibril waktu itu turun dengan membawa wahyu dan syariat Islam, maka pada malam kemuliaan itu beliau turun lagi setelah mendapat izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan yang berlaku setahun bagi penghuni bumi. Para malaikat pun ikut turun dengan membawa segenap kesejahteraan. Pada malam itu seolah-olah seluruh dunia tengah terjaga menyambut tanda-tanda kesejahteraan, kedamaian, kebajikan dan keselamatan.
Ini mendorong kita untuk menyuarakan kepada segenap dunia bahwa sesungguhnya agama kita dan misi atau risalah nabi kita, adalah agama dan misi kesejahteraan yang selalu diperbaharui setiap tahunnya.
Malam kemuliaan merupakan karunia yang tiada duanya. Siapapun yang sampai terlambat memanfaatkannya, maka sama halnya ia telah berlaku aniaya terhadap dirinya sendiri. Karena istrinya Aisyah ra, Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat:
“Apabila kamu mendapati malam itu (lailatul qadr), maka bacalah do’a ini: Allahumma innaka ‘afqun tuhibbul ‘afwa fa’annii. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku)” (HR Tarmidzi).
Do’a tersebut mencakup segala kebajikan. Masalahnya kalau orang sudah diberikan ampunan, maka jiwa dan raganya akan terpelihara. Ia pun akan dipelihara dari hisab (perhitungan amal) dan siksa, sehingga ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rasulullah SAW sudah menjelaskan kepada para sahabatnya mengenai tanggal dari pada malam lailatul qadr tersebut, yakni disekitar bilangan sepuluh hari yang terakhir pada bulan Ramadhan. Agaknya masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan, karena seluruh malam yang ganjil dari sepuluh malam terakhir, terdapat hadist yang memaparkan bahwa malam itu adalah lailatul qadr. Menurut pandangan kami (Athiyah Muhammad Salim), yang tepat ialah bahwa lailatul qadr itu tidak menentu dan berpindah-pindah.
“Ya Allah, tolonglah kami untuk bisa melakukan ibadah pada malam kemuliaan. Berikan kepada kami berkat kebajikannya. Ampunilah kami. Terimalah permohonan kami agar Engkau berkenan membebaskan kami semua dari siksa neraka. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha mendengar dan yang maha mengabulkan do’a. Semoga shalawat dan salam sejahtera Allah senantiasa terlimpah bagi hamba dan Rasul-Nya yang mulia Muhammad SAW”.
Rasulullah SAW bersabda: “Perangilah nafsu kamu dengan menahan lapar dan dahaga, karena pahalanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak ada amalan yang disukai di sisi Allah daripada menahan lapar dan dahaga”. Wallahu a’lam.(*)
Demikianla ulasan saya megenai Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar semoga dapat bermanfaat, refensi Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar
Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com