SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

KEHIDUPAN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA CALABAI DOMPU NTB



Jika Anda selama ini dimanjakan dengan kehidupan modern, di desa ini Anda dapat merasakan suasana yang berbeda. Listrik di kawasan desa ini masih terbatas. Penduduk setempat hanya dapat menikmati listrik mulai pukul 6 sore sampai pukul 6 pagi.

Pada siang hari, listrik tidak ada. Dengan demikian, Anda dapat merasakan suasana kehidupan desa yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Lokasi desa yang terletak di sebelah utara semenanjung Tambora ini membuat Desa Calabai memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Hampir di setiap titik Anda dapat melihat kecantikan alami dari alam.


Di sisi barat, Anda dapat melihat keindahan laut biru yang mempesona. Di sebelah timur berdiri gagah gunung Tambora yang dikenal dengan kaldera terluasnya. Di saat pagi, Anda dapat melihat matahari terbit dengan indah dari balik gunung ini.

Saat berjalan - jalan di pantai, Anda dapat mencoba ikut nelayan mencari ikan. Selain mencari ikan dari atas perahu, nelayan tersebut juga mencari ikan dengan menggunakan benda semacam parang dan memanah ikan yang diburu sambil menyelam. Hal ini tentu cukup sulit, apalagi jika belum terbiasa. Namun, Anda dapat mencobanya untuk menambah pengalaman liburan Anda.


Calabai terletak di kecamatan Pekat, Dompu, Sumbawa, NTB. Letaknya cukup jauh dari kota sehingga memerlukan waktu perjalanan yang cukup lama untuk mencapai desa ini. Dari Dompu, perjalanan darat memerlukan waktu sekitar 4,5 - 5 jam.

Anda dapat menyewa kendaraan untuk sampai di desa ini. Namun, jika Anda ingin lebih hemat, Anda dapat menggunakan bus jurusan Dompu - Calabai. Bus ini hanya berangkat 2 kali dalam sehari yaitu pada pukul 6 pagi dan 2 siang.

Tetapi jika Anda berada di Bima, tidak ada bus yang langsung ke desa ini. Anda harus mencari bus terlebih dahulu menuju Dompu, baru mencari bus tujuan Calabai. Lama perjalanan dari Bima ke Desa  Calabai sekitar 6 jam dan sekitar 8 jam perjalanan dari Sumbawa Besar.

Jika Anda di kota Mataram yang berada di pulau Lombok, perjalanannya memang lebih lama. Namun ada bus yang langsung menuju ke Calabai. Anda bisa naik bus Sari Rejeki rute Mataram - Calabai dari Terminal Bertais.

Bus ini hanya berangkat sekali dalam sehari yaitu pada pukul 9 pagi. Anda harus menyeberang pulau Lombok menuju ke Sumbawa dan melanjutkan perjalanan darat sampai di Calabai. Biasanya bus ini akan sampai di Calabai pukul 6 pagi.

DESA SEMBALUN LAWANG, PINTU GERBANG MENUJU PUNCAK RINJANI


Sembalun Lawang merupakan sebuah desa di kaki Gunung Rinjani. Desa kecil ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan merupakan salah satu jalur populer pintu gerbang pendakian ke Gunung Rinjani.

Desa Sembalun Lawang menjadi favorit untuk mulai pendakian karena waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak Gunung Rinjani jauh lebih singkat. Untuk sampai ke sini memerlukan waktu perjalanan sekitar 4 jam dari Mataram.

Selain menyuguhkan hijaunya pepohonan dan vegetasi pegunungan, Desa Sembalun nyaris dikelilingi oleh tebing – tebing batu yang megah dan kemiringannya mencapai 90 derajat. Selain itu, udara segar pegunungan juga akan membuat Anda semakin nyaman di sini.

Sebagai pintu gerbang pendakian ke Gunung Rinjani, Desa Sembalun Lawang menjadi tempat untuk singgah bagi pendaki sekaligus melakukan persiapan. Di sini terdapat Posko Rinjani Information Center Sembalun yang menjadi pusat informasi sekaligus tempat pendaftaran untuk para pendaki.

Di sini juga banyak terdapat penginapan. Jika tidak yakin mendaki sendiri, porter handal yang bisa merangkap sebagai koki selalu siap untuk mengantarkan Anda ke Pundak Rinjani atau Danau Segara Anak.



Desa Sembalun Lawang terletak di ketinggian 1156 meter dpl. Desa ini adalah titik permulaan pendakian ke Rinjani dan Danau Segara Anak. Jarak tempuh melewati jalur ini sekitar 2 jam. Di sepanjang jalur, Anda harus melewati savanna dan jalan setapak naik turun yang berliku. Anda juga harus menyeberangi jalur lahar dingin beberapa kali.

Pos 1 terletak di ketinggian 1300 meter dpl. Pos ini berupa pondok tanpa lantai yang berada di tengah padang rumput. Di sini tidak adasumber air. Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 memerlukan waktu sekitar 1 jam. Di jalur ini, Anda akan melewati padang rumput, aliran lahar, dan sungai kering dengan kondisi jalan mulai menanjak.


Plawangan Sembalun – Puncak Rinjani

Plawangan terletak di ketinggian 2639 meter dpl yang berupa dataran yang cukup luas. Tempat ini juga biasa digunakan untuk mendirikan tenda sebelum sampai di puncak Rinjani. Dari sini pemandangan Danau Segara Anak terlihat jelas.

Jalur ini dapat ditempuh sekitar 3 jam melewati tanjakan yang curam. Saat mendekati puncak, tanah yang berpasir membuat jalur ini licin dan berdebu.

Sumber : www.yukpegi.com

PERMAINAN CONGKLAK



Permainan Tradisional Congklak adalah salahsatu warisan budaya yang sudah sangat kuno.Namun sayang sekali sekarang ini tidak banyak lagi anak Indonesia bermain permainan tradisional congklak. Seiring perkembangan jaman modern, permainan tradisional congklak sudah semakin ditinggalkan.

Permainan congklak menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar. Dimainkan oleh 2 orang. Satu lubang induk terletak pada ujung papan dan lubang induk lainnya terletak di ujung lainnya. Di antara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap barisnya berisi 7 lubang yang jumlahnya 14 lubang.

Tiap lubang kecil diisi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau plastik. Kecuali lubang induk yang dibiarkan kosong. Setelah menentukan siapa yang akan mulai lebih dulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke tiap lubang lainnya searah jarum jam.

Masing-masing lubang diisi dengan 1 biji. Bila biji terakhir jatuh di lubang yang ada biji-bijian lain maka biji yang ada di lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke lubang induk kita setiap melewatinya. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisi.

Bila biji terakhir ternyata masuk dalam lubang induk kita, berarti kita bisa memilih lubang lainnya untuk memulai lagi, tetapi bila ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita. Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 7 lubang yang ada di baris kita, maka biji yang ada di seberang lubang tersebut beserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk dalam lubang induk kita.

Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik kita, masing-masing dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisi.


Asal usul permainan Congklak

Menurut beberapa ahli yang mengatakan bahwa asal permainan tradisional congklak dari negara Arab, memang ada kemungkinan benar. Di daerah Timur Tengah memang permainan tradisional congklak ini telah lama dikenal dengan nama “Mancala”. Mancala sendiri berasal dari bahasa Arab “Naqala” yang artinya ”bergerak”.

Sedangkan di daerah Afrika, permainan tradisional congklak sering disebut dengan “Wari”. Nama ini mengacu pada bagian yang cekung pada papan congklak yang disebut juga sebagai “Awari” yang berarti “rumah”.

Pada zaman dahulu permainan tradisional congklak hanya dimainkan oleh kalangan bangsawan, terutama oleh para anak-anak dan remaja wanita. Hal ini cukup beralasan, karena permainan tradisional congklak yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang kemungkinan besar lebih banyak berinteraksi dengapara pejabat, para pengusaha, dan para bangsawan lainnya.

Banyak dari para pedagang ini saling memberi buah tangan dari negaranya masing-masing yang diberikanuntuk para penguasa setempat. Dan papan congklak bisa merupakan salah satunya. Dari sinilah permainanini mulai dikenal oleh para anak bangsawan, terutama anak gadis.

Oleh sebab itu permainan tradisional congklak juga sering disebut sebagai “permainan gadis”. Namun seiring perkembangannya, permainan tradisional congklak semakin dikenal luas oleh para pendudukdan orang awam dari berbagai strata. Dan kemudian permainan ini mulai banyak dimainkan oleh masyarakat luas di Indonesia.

Sedangkan dibeberapa tempat lainnya, permainan tradisional congklak hanya dimainkan pada saat-saat tertentu saja. Seperti misalnya di daerah Sulawesi yang hanya memainkan congklak pada saat ada kerabat yang meninggal dunia. Di sini bermain congklak dianggap tabu jika dimainkan pada waktu selain saat berkabung. Sedangkan masyarakat Jawa Kuno menggunakan congklak untuk menghitung musim tanam dan musim panen.

Masa modern sekarang ini tidak banyak lagi ditemukan anak gadis bermain congklak. Bahkan papan congklakpun sekarang ini sudah semakin jarang ditemukan. Biasanya kita hanya akan melihat papan congklak dimuseum atau toko barang antik. Untuk itu tidak ada salahnya generasi muda bangsa ini wajib turut serta untuk terus menghidupkan permainan tradisional congklak.

MERIAM LODONG


Sesuai dengan namanya, Meriam Lodong merupakan mainan tradisional yang terbuat dari bambu, agar menghasilkan bunyi yang menyerupai bunyi meriam, ujung bambu ini dilubangi, kemudian diisi racikan  karbit dan minyak tanah.

Permainan tradisional yang hampir kita tidak jumpai di daerah perkotaan, ternyata kini masih tetap dimainkan oleh warga di kawasan Pasirceuri, Kelurahan Sukamelang, kecamatan Subang. 

Herman (31) salah seorang warga Pasirceuri,  mengatakan jika ia sering melihat anak-anak memainkan meriam lodong tersebut di kawasan lapangan terbuka atau areal persawahan yang cukup luas dan aman.

"Biasanya mereka bermain lodong pada waktu menjelang berbuka puasa, ya, mungkin itu sebagai sarana untuk menghabiskan waktu bagi anak-anak saat menjalankan puasa. Selama ini anak-anak yang sering memainkan lodong itu selalu kami awasi, dan sejauh ini mereka tetap memainkannya dengan aman,"  ujar Herman.

Lelaki yang mengaku sempat memainkan meriam lodong itu memahami keunikan dan seni memainkan permainan tradisional itu. Menurutnya, membunyikan lodong secara manual tentunya sangat berbeda dengan suara mercon atau kembang api saat ini.

"Saya merasakan apa yang mereka alami saat ini, melihat mereka bermain, saya seakan teringat masa kecil saya dulu. Membayangkansuasana pertempuran dengan ber-alatkan meriam seadanya," ucap Herman sambil menunjuk sekelopok anak yang sedang memasangkan meriam rakitan, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Herman menyatakan jika memainkan Lodong, sebenarnya tak kalah seru dengan game (permainan) yang sering dimainkan oleh anak-anak saat ini seperti play station, dan sajian permainan komputer lainnya.

Selain tak mengeluarkan biaya yang cukup mahal, jelasnya, bermain lodong tentunya menjadi pilihan menarik selain menghabiskan waktu (ngabuburit), menunggu berbuka puasa.

Ditemui di tempat yang sama, salah seorang bocah pemain meriam 'Lodong', Riko, 12, mengatakan jika dirinya sering mengajakteman-temanya bermain 'Lodong' untuk menghabiskan waktu, menunggu beduk magrib tiba.

"ya, ini sarana Kami untuk menghilangkan rasa lapar saat menjalankan puasa, biasanya kami memainkannya pada saat sore atau sekitar pukul 16.30 WIB," ujarnya