SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

SHARE DAN BERBAGI DALAM KOMUNITAS SOSIAL MEDIA INDONESIA

HINDARI MAKANAN INI SEBELUM TIDUR


Bagi beberapa orang, susah tidur menjadi masalah yang cukup menjengkelkan. Untuk melawan ini, banyak dari mereka memilih untuk makan.

Makan ketika Anda tak bisa tidur, mungkin menjadi pilihan yang tepat. Ada beberapa makanan yang mungkin bisa membantu tidur Anda, namun makanan yang berlemak dan berminyak hanya akan mendatangkan 'malapetaka' pada istirahat Anda.

Jika Anda ingin menghindari susah tidur dengan cara makan, sebaiknya hindari makanan-makanan berikut ini.

1. Es krimAda yang mengatakan jika makan es krim sebelum tidur memiliki efek menenangkan. Namun, makan makanan tinggi gula sebelum tidur dipercaya menyebabkan mimpi buruk. Alih-alih menenangkan, hasilnya justru bisa mengerikan.

2. SeledriSeledri adalah diuretik alami, yang akan membuat Anda buang air kecil lebih sedikit. Diuretik menyebabkan tingkat ingin buang air menjadi sedikit karena mereka mendorong air melalui sistem pengeluaran yang lain, seperti keringat.

Artinya, jika Anda makan seledri dalam jumlah banyak sebelum tidur, Anda tak akan terbangun lantaran ingin buang air kecil. Orang-orang banyak mengonsumsi seledri agar tidur tak terganggu.

3. PastaMeski memuaskan hasrat makan Anda, ini tentu saja bukan cemilan yang ideal di malam hari. Pasta adalah sumber karbohidrat, namun jika Anda tidur setelah makan, ini akan berubah menjadi lemak. Selain itu, hal-hal yang ditambahkan ke pasta seperti minyak, keju, krim berat atau saus tomat hanya akan menambah risiko penyakit jantung.

4. PizzaJika Anda ingin memberikan perut Anda latihan yang baik sebelum tidur, pizza bukan pilihan yang tepat. Lapisan saus tomat memiliki kadar keasaman yang tinggi yang bisa menyebabkan rasa mulas. Ini tentu akan memaksa Anda untuk bangun di malam hari.

5. Candy barPermen tentu saja mimpi buruk yang sangat nyata bagi tidur Anda. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang yang makan junk food seperti permen sebelum tidur lebih mungkin rentan terhadap mimpi buruk. Namun, hipotesisnya adalah bahwa mengonsumsi gula dengan karadar tinggi menciptakan gelombang otak yang mengerikan.

6. SerealSereal mengandung jumlah gula halus yang tinggi dan penuh karbohidrat. Ini tentu akan membuat kadar gula darah Anda meningkat. Ini bukan cara yang pas untuk mendapatkan tidur yang ideal.

7. Bawang putihSelain mempengaruhi aroma mulut Anda, terkadang bawang putih memiliki efek samping mengganggu lambung. Jika Anda memiliki perut yang lemah dan rentan terhadap refluks asam, hindari bawang putih sebelum tidur.

8. Coklat hitamSiapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Coklat dipercaya mampu memberikan rasa hangat dan mood yang baik. Namun, mengonsumsi coklat hitam sebelum tidur sebaiknya Anda hindari.

Coklat hitam adalah sumber dari kafein yang dikenal membuat gembira. Namun hampir semua coklat mengandung beberapa tingkat kafein dan distimulan dengan theobromine yang bisa menimbulkan sedikit sakit jantung. 9. AlkoholAlkohol dapat mengganggu fungsi restoratif tidur, yang menyebabkan untuk tidur dangkal dan terbangun sepanjang malam. Selain itu, orang-orang yang sering mengkonsumsi alkohol untuk tidur akan menyebabkan ketergantungan dan dan menimbulkan siklus frustasi.

10. Daging merahDaging merah kaya akan protein dan lemak yang akan membuat tubuh Anda bekerja sepanjang malam. Daging merah sebenarnya baik karena memiliki tingkat zat besi dan triptofan yang membantu tidur. Namun jangan konsumsi daging merah sebelum tidur sebab tubuh Anda akan sibuk memecahnya sepanjang malam. (Ningtriasih / askmen) AWP

JIWA YANG KUAT TIDAK AKAN MELEMAH JIKA DISAKITI



Biasanya, akan sulit bagi kita tetap bersikap baik kepada orang yang telah menyakiti. Yang rata-rata terjadi adalah, orang membalas perlakuan menyakitkan yang diterimanya.

Perbuatan membalas dendam bukanlah pilihan baik. Tak peduli berapa dalam sakit yang Anda rasakan, jangan pernah berusaha membalas. Mengapa? Karena dengan membalas, itu menunjukkan diri Anda sama buruknya dengan dia. Perbuatan membalas pun akan menimbulkan perasaan bersalah dan memunculkan masalah baru.

Mengutip ucapan Henry J., "Tiga hal penting dalam hidup: jadilah orang baik, jadilah orang baik, dan jadilah orang baik."Womanitely melansir enam alasan mengapa Anda tak usah membalas perlakuan orang yang menyakiti Anda:

1. Menunjukkan Anda orang yang baikTanpa perlu bersusah payah show off di depan publik, hanya dengan tidak membalas orang yang telah menyakiti, itu membuktikan Anda pribadi yang baik dan cerdas. Orang di sekitar akan menilai Anda sosok cerdas dan kuat yang dapat menghadapi situasi sulit. Tetaplah bersikap baik kepada mereka yang berkali-kali menyakiti hati Anda dan biarkan sikap Anda ini menginspirasi orang lain.

2. Melembutkan sikapAlasan lain untuk lebih ramah terhadap orang yang menyakiti Anda adalah karena dapat melunakkan sikap Anda terhadap mereka. Tentu, Anda dapat merespons buruk terhadap mereka, tapi ini hanya akan membuat situasi semakin buruk. Bersikap ramah adalah cara cerdas untuk menanggapi mereka. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi kebencian terhadap mereka. Sebenarnya, kasihan lho orang yang menyakiti Anda karena mereka sengsara akibat hatinya penuh kebencian.

3. Terhindar dari rasa bersalahJika Anda bersikap baik kepada orang-orang yang telah menyakiti, Anda tidak akan sengsara karena memendam perasaan bersalah. Berlaku kasar terhadap mereka akan menimbulkan dua hal, sengsara karena mereka telah menyakiti Anda dan Anda merasa bersalah karena bersikap kasar kepada mereka. Cara terbaik untuk menanggapi mereka adalah dengan tersenyum dan bersikap baik.

4. Merasa diri Anda orang baik Saat Anda ramah terhadap mereka yang telah menyakiti, Anda akan merasa diri Anda orang baik, sekaligus menyadari bahwa Anda lebih baik daripada orang itu. Ingat, perilaku kasar tidak akan membuat perasaan Anda lebih baik. Beri contoh kepada orang lain dengan bersikap ramah terhadap orang-orang yang telah menyakiti Anda, dan lihatlah semua orang akan menghargai Anda.

5. "Bunuh" mereka dengan kebaikan Anda Rasanya puas jika bisa membalas perlakuan orang yang telah menyakiti. Tapi ada cara yang lebih manjur untuk "membunuh" orang yang pernah menyakiti Anda, yaitu dengan menebar kebaikan dari pada balik menyakiti mereka. Bukan tak mungkin, kebaikan Anda akan membuat mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf. Bahkan jika mereka tidak mengakui kesalahan, kebaikan Anda akan membuat mereka "gila" dan mereka akan meninggalkan Anda karena malu. Hindari berkomunikasi dengan mereka. Kelilingi diri Anda dengan orang baik dan positif yang membuat Anda bahagia.

6. Mengubah perilaku kasar mereka terhadap AndaBersikap ramah terhadap orang-orang yang telah menyakiti Anda bisa mengubah perilaku kasar mereka terhadap Anda. Kebaikan Anda mungkin membuat mereka mempertimbangkan kembali tindakan mereka. Sulit untuk mengubah perilaku seseorang terhadap Anda, tetapi Anda perlu setidaknya mencoba.

7. Anda akan menerima pujianKetika seseorang menyakiti Anda di depan orang lain, bersikap baik kepada mereka tidak akan membuat Anda tampak lemah. Ini akan membuat orang lain mengetahui bahwa Anda adalah pribadi yang baik dan cerdas. Mereka pasti akan melihat ciri kepribadian ini dan mereka akan menghormati Anda, lebih dari sebelumnya. Selain itu, orang yang pernah menyakiti Anda akan melihat kebaikan Anda juga.

Memang, tak mudah bersikap baik dan ramah terhadap orang-orang yang pernah menyakiti. Butuh kebesaran jiwa dan lapang dada. Ini adalah tugas yang menantang, tapi cobalah untuk tidak menyakiti siapa pun sebagai bentuk balas dendam.

Banyak orang berpikir bahwa kebaikan adalah tanda kelemahan, tapi itu tidak benar. Kahlil Gibran mengatakan, "Kelembutan dan kebaikan bukanlah tanda-tanda kelemahan dan putus asa, tetapi manifestasi dari kekuatan dan resolusi." 

JADILAH PELOPOR DALAM KESELAMATAN BERLALULINTAS

Funny Animations That Move

Sedang dalam perjalanan tiba-tiba bertemu dengan beberapa Petugas Kepolisian yang sedang melakukan pemeriksaan di jalan. Beberapa dari Anda merasa panik? Bisa jadi kepanikan ini karena kurangnya percaya diri Anda terhadap kelengkapan yang Anda gunakan atau bawa ketika berkendara di jalan. Alangkah baiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum Anda keluar rumah lalu mengemudi kendaraan bermotor di jalan. 

Pada saat diadakan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib menunjukkan:
  1. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor;
  2. Surat Izin Mengemudi;
  3. Bukti Lulus Uji Berkala; dan/atau
  4. Tanda bukti lain yang sah.
Perhatikan kembali beberapa hal di bawah ini sebelum Anda mengemudikan kendaraan:
  • Kondisi Anda sebagai pengemudi dalam keadaan sehat dan tidak mengantuk;
  • Kendaraan Anda layak jalan dan periksa kembali kelengkapan surat-surat kendaraan;
  • Pengendara yang mengemudikan sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.
  • Sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari 1 (satu) orang;
  • Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.
  • Serta semua hal lainnya yang menyangkut keselamatan jiwa pengemudi dan orang lain di jalan.

UGAL-UGALAN DIJALAN RAYA

gambar,animasi,bergerak,mobil,lucu,unik,lari,gokil

Kalangan perguruan tinggi menjadi elemen masyarakat yang mampu ikut menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Peran kampus cukup kuat lewat gerakan moral dan intelektual, terutama dalam menekan perilaku mentalitas jalan pintas.
“Faktanya, pada 2013, sekitar 42 persen kasus kecelakaan dipicu oleh perilaku berkendara yang ugal-ugalan. Selebihnya perpaduan dari aspek manusia lainnya, seperti lengah danngantuk, serta faktor jalan, kendaraan, dan alam,” ujar Edo Rusyanto, penulis buku Menghapus Jejak Roda dan pegiat keselamatan jalan, di sela "Road Show Menghapus Jejak Roda" di kampus Sekolah Vokasi Universtias Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (17/10).
Kegiatan yang bertajuk “Kampus Penggerak Perubahan Kesadaran Berlalu Lintas Jalan yang Aman dan Selamat” itu menghadirkan sejumlah pembicara. Tampil sebagai pembicara adalah Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda) Yogyakarta, AKBP Affandi, Ketua Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), Hari Sasono, dan Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata. Acara dibuka oleh Direktur Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta, Hotma Prawoto Sulistyadi.
Menurut Edo Rusyanto, dunia perguruan tinggi selaku pencetak intelektual muda semestinya mampu menjadi agen keselamatan yang andal. Lewat pemikiran dan rasionalitas, kalangan kampus semestinya mampu memangkas egoisme saat berlalu lintas jalan. Egoisme menjadi salah satu pemicu terjadinya perilaku ugal-ugalan atau melanggar aturan yang berlaku di jalan raya. Sikap egois atau mentalitas jalan pintas terlihat dari sikap tidak mau antre atau menerobos lampu merah saat di jalan raya.
“Egoisme bisa melahirkan perilaku arogan yang ironisnya berbuah pada perilaku melabrak aturan. Padahal, polisi selalu bilang bahwa pelanggaran aturan merupakan awal dari terjadinya kecelakaan,” kata pria yang juga Ketua Road Safety Association (RSA) Indonesia itu.
Sementara itu, Hari Sasono, menegaskan, sekalipun jumlah kendaraan cukup banyak di jalan raya, namun bila pengendaranya tertib bisa mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kata dia, penting disosialisasikan berkendara sepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) kepada masyarakat pengguna jalan.
“Kami selalu mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk berkendara yang aman dan selamat, termasuk sosialisasi ke kalangan perguruan tinggi,” kata dia.
Edo Rusyanto menambahkan, Indonesia sudah cukup berduka dengan hilangnya lebih dari 300.000 jiwa yang tewas akibat kecelakaan di jalan sepanjang 1992 hingga 2013. Selain itu, tak kurang dari satu juta orang menderita luka ringan maupun luka berat akibat jagal di jalan raya.
Menurut Gunadi Sindhuwinata, produsen sepeda motor punya tanggung jawab untuk mengedukasi pengguna sepeda motor. "Kami peduli keselamatan jalan, tidak hanya memproduksi dan menjual motor," katanya.
Kelompok usia muda atau produktif menjadi korban sekaligus pelaku kecelakaan yang dominan. Data Korlantas Polri membeberkan, pada 2103, sekitar 25 persen korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan sekitar 19 persen pemicu kecelakaan adalah kelompok usia muda tersebut. Tahun itu pula, setiap hari sekitar 72 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

GURU HARUS BIJAK MENGHUKUM MURID



Sebagai manusia biasa, wajar saja kalau guru merasa kesal. Namun menjadi tidak wajar kalau sampai menjadi emosional, Hukuman adalah konsekuensi dari sebuah perbuatan yang ingkar atau keluar dari aturan yang telah disepakati. Hukuman juga sebagian dari fenomena kehidupan yang berfungsi untuk mengubah, meluruskan atau menanamkan rasa tanggung jawab pada diri orang. 
Karena itu, jika ingin pribadi murid terbentuk, mungkin saja seorang guru mengambil berbagai tindakan yang mungkin, termasuk memberikan hukuman. Namun demikian, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam memberikan hukuman.
1. Hindari hukuman, utamakan memberikan penguat pada perilaku yang dikehendaki
Memang yang diutamakan adalah tidak menghukum. Jika masih memungkinkan, seorang guru lebih baik fokus kepada perilaku yang positif dari siswanya. Harapannya, jika perilaku positif diperhatikan dan diperkuat, maka energi anak akan diarahkan untuk melakukan hal tersebut. Karena mendapat penguatan, misalnya dengan hadiah atau pujian, maka anak akan fokus kpeada perilaku tersebut.
2. Fokus kepada perubahan yang diharapkan
Hukuman hanya alat, Yang utama adalah perubahan sikap dan perilaku dari murid. Jika terjebak hanya berkutat pada hukumannya, maka kecenderungannya akan menjadi emosional.
3. Gunakan prinsip ekonomis dalam menghukum
Apa itu prinsip ekonomi? Masih ingat dengan berkorban yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya? Iya, itu prinsip ekonomi. Seorang guru sangat penting memahami bentuk-bentuk hukuman beserta efeknya buat anak atau murid. Membuat level hukuman juga sama baiknya, misalnya mengurutkan dari memberi tahu, memarahi, sampai melakukan hukuman fisik. Jika dengan memberi tahu saja perilaku murid sudah berubah sesuai dengan yang diharapkan, kenapa harus melakukan pemukulan? Ini bersesuaian dengan poin 2, fokkus kepada perubahan yang diinginkan.
4. Hukuman yang tepat dan proporsional
Hukuman juga tetap harus proporsional. Mengamati terus hukuman yang sedang dijalankan oleh murid sangat penting. Pada saat mengamati, guru bisa tahu perubahan yang terjadi, minimal perubahan ekspresi. Guru yang sering mengamati muridnya pasti lebih kenal, apakah muridnya sudah ‘kapok’ atau sudah berubah perilakunya. Lebih mudahnya guru bisa saja memberikan kelonggaran kepada murid untuk menyatakan bahwa dirinya tidak akan melakukan lagi. Misalnya hukuman lari keliling lapangan. Guru mungkin bilang, “Kamu terus berlari sampai aku bilang berhenti”. Di tengah berlari, guru mengamati. Kelelahan adalah batasnya, bukan dendam. Amati wajah murid. Jika mulai lelah, maka guru bisa bilang “Jika kamu merasa dirimu sudah berubah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, maka silahkan berhenti.
5. Iringi hukuman dengan komunikasi
Jangan terapkan hukuman bisa. Artinya, guru hanya menghukum secara mentah tanpa penjelasan apapun. Ini jadi mekanis. Yang ada hanya hubungan antara kesalahan dan hukuman, tidak ada nilai plus yang berupa pendidikan. Misalnya anak disuruh berdiri di depan kelas. Mungkin guru sambil menjelaskan untuk apa hukuman tersebut diberikan. Jika siswa ingin bicara, persilahkan. Polisi saja selalu tanya, “tahu kesalahannya apa?” ketika hendak menilang.
6. Sudahi dengan ending yang manis
Hukuman adalah sarana untuk mendidik. Perubahan sikap dan perilaku murid adalah tujuan akhirnya. Jika murid telah menunjukkan perubahan dan berkomitmen untuk menjaga sikap dan perilakunya dari kesalahan yang sama, maka murid tetap layak mendapatkan apresiasi.